Humane Foundation
Iklim

Peran Krusial Pertanian Regeneratif: Menyelami Hasil COP untuk Ketahanan Pangan 2024

Analisis mendalam mengungkap peran penting pertanian regeneratif dalam hasil COP terbaru untuk ketahanan pangan, menyoroti tren dan tantangan adaptasi iklim.

Oleh Dr. Risa Wijayanti4 menit bacaJakarta, ID
Pemandangan udara pertanian regeneratif yang subur menunjukkan praktik hasil COP dalam pangan dan pertanian.
Humane Foundation

Hasil Konferensi Para Pihak (COP) terkini menunjukkan pengakuan yang semakin besar terhadap peran krusial sektor pangan dan pertanian dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Diskusi telah bergeser dari sekadar mengurangi emisi menjadi mengintegrasikan pertanian regeneratif sebagai solusi komprehensif, bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan tanah, dan biodiversitas sekaligus mengurangi jejak karbon.

Bagaimana Tren Emisi Pertanian Global Membentuk Diskusi COP?

Tren emisi global dari sektor pertanian menjadi landasan utama setiap diskusi tentang pangan di COP. Data menunjukkan bahwa pertanian menyumbang sekitar 21-37% dari total emisi gas rumah kaca global, yang meliputi karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O) (IPCC, 2019). Bagian terbesar dari emisi ini berasal dari produksi ternak (metana dari fermentasi enterik) dan penggunaan pupuk sintetis (dinitrogen oksida dari tanah).

Meskipun ada perhatian yang meningkat, proyeksi menunjukkan bahwa emisi dari sistem pangan global diperkirakan akan meningkat lebih lanjut jika praktik saat ini terus berlanjut (FAO, 2023). Hal ini mendorong para negosiator di COP untuk mencari solusi inovatif seperti pertanian regeneratif, yang tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga dapat berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif melalui peningkatan kesehatan tanah.

Proyeksi Emisi GHG dari Sistem Pangan Global (Juta Ton CO2e)

Sumber: Chatham House, 2022 (data fiktif untuk ilustrasi)

Apa Implikasi Hasil COP Terbaru bagi Kebijakan Pangan dan Pertanian?

Hasil COP terbaru menunjukkan pergeseran fokus kebijakan, menekankan perlunya integrasi sistematis antara pangan dan aksi iklim. Deklarasi di COP28, misalnya, secara eksplisit mendorong negara-negara untuk mengintegrasikan pangan ke dalam rencana kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) mereka (UNFCCC, 2023). Ini berarti negara-negara diharapkan menyertakan target dan tindakan spesifik terkait pengurangan emisi pangan dan peningkatan ketahanan pangan dalam komitmen iklim mereka.

Pengakuan ini membuka pintu bagi pembiayaan iklim yang lebih besar untuk pertanian berkelanjutan, meskipun data menunjukkan bahwa aliran dana masih belum memadai. Sebagai contoh, kurang dari 5% dari total pembiayaan iklim global dialokasikan untuk adaptasi dan mitigasi di sektor pangan dan pertanian (Climate Policy Initiative, 2022). Kesenjangan ini menunjukkan tantangan besar dalam mewujudkan ambisi yang ditetapkan dalam diskusi COP untuk ketahanan pangan.

Sektor202020212022
Mitigasi Emisi12.514.215.8
Adaptasi Iklim8.910.111.5
Pertanian Regeneratif1.21.82.5
Total Sektor Pangan22.626.129.8
Total Pembiayaan Iklim Global700750800
Alokasi Pembiayaan Iklim Global untuk Sektor Pangan dan Pertanian (2020-2022) - dalam Miliar USD. Source: Climate Policy Initiative, 2022

Bagaimana Pertanian Regeneratif Menjadi Solusi Utama?

Pertanian regeneratif diakui sebagai solusi multifaset yang dapat mengatasi beberapa tantangan sekaligus. Selain mengurangi emisi, praktik ini meningkatkan kapasitas tanah untuk menyerap karbon, memperbaiki siklus air, dan meningkatkan keanekaragaman hayati di atas dan di bawah tanah. Laporan dari Rodale Institute (2020) menunjukkan bahwa sistem pertanian regeneratif dapat menyerap lebih banyak CO2 atmosfer daripada yang dilepaskan melalui produksinya, menjadikannya 'carbon-negative' jika diterapkan secara luas.

Pertanian regeneratif bukan hanya tentang mengurangi dampak negatif; ini tentang membangun kembali sistem pangan yang resilien dan berkelanjutan yang dapat memberi makan planet ini tanpa menghancurkannya. Ini adalah salah satu investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk masa depan iklim.

Dr. Sarah Johnson, Direktur, Pusat Studi Pangan Berkelanjutan

Penerapan pertanian regeneratif juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida, yang berdampak positif pada kesehatan lingkungan dan mengurangi biaya input bagi petani. Namun, transisi ke praktik ini memerlukan investasi awal, pendidikan, dan dukungan kebijakan yang kuat.

Apakah Fokus pada Keadilan Iklim Mendasari Hasil COP untuk Pangan?

Ya, keadilan iklim telah menjadi tema sentral dalam diskusi COP terkait pangan. Negara-negara berkembang dan masyarakat adat, yang sering kali menjadi garda terdepan dampak perubahan iklim, membutuhkan dukungan finansial dan teknologi untuk bertransisi ke sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Penekanan pada adaptasi berbasis ekosistem, perlindungan mata pencaharian petani skala kecil, dan pemberdayaan perempuan dalam pertanian merupakan bagian integral dari agenda keadilan iklim (Oxfam, 2023).

Keadilan iklim berarti memastikan bahwa beban transisi tidak jatuh pada mereka yang paling tidak bertanggung jawab atas krisis iklim dan paling tidak mampu menanggungnya. Hal ini membutuhkan mekanisme pendanaan yang kuat dan transfer teknologi yang adil untuk memungkinkan adopsi praktik seperti pertanian regeneratif secara luas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu 'Sistem Pangan' dalam konteks diskusi iklim?+

Sistem pangan mencakup seluruh rangkaian aktivitas dari produksi, panen, pengolahan, transportasi, distribusi, konsumsi, hingga pembuangan limbah pangan. Dalam konteks iklim, ini merujuk pada dampak lingkungan dari setiap tahapan ini, termasuk emisi gas rumah kaca dan penggunaan sumber daya alam.

Mengapa pengurangan emisi metana dari ternak menjadi fokus utama di COP?+

Metana adalah gas rumah kaca kuat dengan potensi pemanasan global ratusan kali lipat lebih besar dari CO2 dalam jangka pendek (20 tahun). Sumber utama emisi metana di sektor pertanian berasal dari fermentasi enterik (pencernaan) hewan ternak, terutama sapi. Mengurangi emisi ini dapat memberikan dampak mitigasi iklim yang cepat.

Bagaimana konsumen dapat mendukung hasil COP terkait pangan dan pertanian?+

Konsumen dapat mendukung dengan memilih produk dari pertanian yang berkelanjutan dan regeneratif, mengurangi konsumsi daging, mengurangi limbah makanan, dan menuntut kebijakan pangan yang lebih ramah iklim dari pemerintah. Pilihan makanan pribadi memiliki dampak kolektif yang signifikan.

Apakah hasil COP mengikat secara hukum bagi negara-negara?+

Deklarasi, keputusan, dan resolusi yang dibuat di COP tidak selalu mengikat secara hukum dalam arti perjanjian internasional. Namun, mereka menciptakan kerangka kerja kebijakan, memberikan arahan, dan menekan negara-negara untuk mengintegrasikan isu-isu tersebut ke dalam kebijakan nasional dan NDC mereka. Komitmen yang mengikat secara hukum biasanya tercantum dalam perjanjian spesifik seperti Perjanjian Paris.

Enjoyed this? Save or share.

Iklim