Humane Foundation
Peternakan Industri

Bagaimana Cara Ayam Dipelihara untuk Daging di Peternakan Industri?

Sebagian besar ayam pedaging di dunia, termasuk di Indonesia, hidup dalam sistem peternakan intensif yang memprioritaskan pertumbuhan cepat dalam kondisi padat, sering kali dengan mengorbankan kesejahteraan hewan.

Oleh Rizki Pratama4 menit bacaJakarta, ID
Gambaran cara ayam dipelihara untuk daging di peternakan ayam broiler intensif, menunjukkan ribuan ayam dalam ruang terbatas yang padat.
Humane Foundation / AI-generated

Sebagian besar ayam pedaging global dipelihara dalam sistem peternakan industri, atau peternakan intensif. Dalam sistem ini, ayam dibiakkan secara selektif untuk pertumbuhan yang sangat cepat, mencapai berat potong hanya dalam 5 hingga 6 minggu. Mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di dalam kandang besar yang padat bersama puluhan ribu ayam lainnya, dengan ruang, cahaya alami, dan stimulasi yang sangat terbatas.

Seperti Apa Siklus Hidup Ayam Pedaging Modern?

Siklus hidup ayam pedaging dalam sistem industri adalah proses yang sangat terkontrol dan dipercepat, dirancang untuk efisiensi maksimum. Proses ini dimulai bahkan sebelum telur menetas.

Kehidupan dimulai di penetasan (hatchery), di mana ribuan telur diinkubasi secara artifisial. Begitu menetas, anak ayam—yang disebut DOC (Day Old Chicks)—disortir, divaksinasi, dan sering kali paruhnya dipotong sebagian tanpa anestesi untuk mencegah kanibalisme di kemudian hari. Dalam waktu 24 jam, mereka dikemas dalam peti dan diangkut ke peternakan pembesaran (grow-out farm).

Di peternakan, mereka ditempatkan di kandang besar berbentuk gudang (shed) yang dapat menampung antara 20.000 hingga 50.000 ekor ayam. Di sinilah mereka akan menghabiskan sisa hidup mereka yang singkat. Lingkungan di dalam kandang dikontrol ketat: sistem pencahayaan buatan sering kali dibiarkan menyala hingga 23 jam sehari untuk mendorong ayam makan terus-menerus, sementara suhu diatur untuk memaksimalkan pertumbuhan. Mereka tidak akan pernah merasakan sinar matahari atau menghirup udara segar.

Setelah sekitar lima hingga enam minggu, ketika mereka telah mencapai berat pasar sekitar 2,2 kg (FAO, 2023), proses 'penangkapan' dimulai. Tim pekerja akan masuk ke kandang dan dengan cepat mengumpulkan ayam-ayam tersebut, sering kali dengan cara yang kasar, untuk dimasukkan ke dalam peti transportasi. Perjalanan ke rumah potong hewan adalah tahap akhir yang penuh stres, sebelum mereka disembelih.

Mengapa Ayam Ini Tumbuh Begitu Cepat?

Laju pertumbuhan fenomenal ayam broiler modern adalah hasil dari dua faktor utama: genetika selektif yang intensif dan pakan berenergi tinggi yang diformulasikan secara khusus. Ini adalah sebuah prestasi rekayasa biologis dengan konsekuensi yang serius.

Kaki ayam broiler yang mengalami luka bakar amonia karena berdiri di atas alas kandang basah di peternakan intensif.
Kondisi alas kandang yang buruk dapat menyebabkan dermatitis dan masalah kesehatan serius lainnya.Humane Foundation / AI-generated

Selama beberapa dekade terakhir, perusahaan-perusahaan pembibitan global telah secara agresif membiakkan ayam untuk satu tujuan utama: mengubah pakan menjadi daging seefisien mungkin. Ayam broiler masa kini tumbuh sekitar 400% lebih cepat daripada ayam pada tahun 1950-an (Journal of Animal Science, 2014). Namun, fokus tunggal pada pertumbuhan otot ini mengabaikan perkembangan kerangka tulang, jantung, dan paru-paru. Akibatnya, banyak ayam menderita kelainan kaki yang menyakitkan karena tubuh mereka terlalu berat untuk ditopang oleh tulang mereka, serta penyakit jantung dan metabolik.

Ayam-ayam ini secara efektif adalah bayi yang terperangkap dalam tubuh raksasa. Sistem kerangka dan kardiovaskular mereka tidak dirancang untuk menopang laju pertumbuhan otot yang ekstrem dan tidak wajar ini, yang menyebabkan penderitaan kronis.

Dr. Aisyah Setyawati, Dokter Hewan Kesejahteraan Ternak

Pakan mereka juga dirancang untuk mempercepat pertumbuhan. Pakan ini umumnya terdiri dari campuran jagung dan bungkil kedelai yang kaya akan protein dan energi, ditambah dengan vitamin, mineral, dan sering kali, obat-obatan seperti koksidiostat untuk mengontrol parasit usus yang umum dijumpai dalam kondisi padat.

Bagaimana Sebenarnya Kondisi di Dalam Peternakan?

Kondisi kehidupan di dalam peternakan ayam broiler intensif sangat jauh dari gambaran peternakan tradisional. Lingkungannya tandus, padat, dan sering kali tidak sehat bagi para ayam.

Isu utama adalah kepadatan. Standar industri di banyak negara, termasuk Indonesia, mengizinkan kepadatan hingga 35-40 kg berat total ayam per meter persegi. Menjelang akhir siklus hidup mereka, ini berarti setiap ayam memiliki ruang yang setara dengan selembar kertas A4. Kepadatan ini membuat perilaku alami seperti merentangkan sayap, berjalan, atau bahkan beristirahat dengan nyaman menjadi sulit. Tidak ada tenggeran untuk bertengger, tidak ada tempat untuk mandi debu, dan tidak ada pengayaan lingkungan apa pun.

Lantai kandang ditutupi dengan lapisan sekam atau serutan kayu. Seiring waktu, lapisan ini menjadi jenuh dengan kotoran. Amonia dari feses menumpuk di udara, menyebabkan kerusakan pernapasan pada ayam dan luka bakar yang menyakitkan pada kaki, dada, dan mata mereka—suatu kondisi yang dikenal sebagai 'hampir bakar' (hock burns). Kualitas udara yang buruk adalah masalah kronis di banyak fasilitas.

Apa Peran Antibiotik dalam Peternakan Ayam Industri?

Penggunaan antibiotik adalah pilar utama yang menopang sistem peternakan intensif. Tanpa antibiotik, akan sulit menjaga ayam tetap hidup dalam kondisi padat dan penuh stres yang merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi penyakit.

Ayam pedaging dalam sistem peternakan free-range, menunjukkan akses ke luar ruangan dan perilaku alami.
Sistem dengan kesejahteraan lebih tinggi memungkinkan ayam untuk mengekspresikan perilaku alaminya.Humane Foundation / AI-generated

Sebagian besar antibiotik tidak digunakan untuk mengobati ayam yang sakit (terapeutik), tetapi diberikan secara rutin kepada seluruh kawanan melalui pakan atau air minum untuk mencegah penyakit (profilaksis) atau untuk mendorong pertumbuhan yang lebih cepat. Praktik ini berkontribusi secara signifikan terhadap krisis global resistensi antimikroba (AMR). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berulang kali memperingatkan bahwa penggunaan antibiotik yang berlebihan pada hewan ternak mengurangi efektivitas obat-obatan ini untuk mengobati infeksi pada manusia.

Perkiraan Penggunaan Antibiotik Global pada Hewan Ternak

Sumber: Van Boeckel et al., Science, 2015; PNAS, 2017

Meskipun beberapa wilayah, seperti Uni Eropa, telah melarang penggunaan antibiotik sebagai pendorong pertumbuhan dan membatasi penggunaan profilaksis, praktik ini masih tersebar luas di banyak belahan dunia. Diperkirakan lebih dari 70% dari semua antibiotik yang penting secara medis di dunia dijual untuk digunakan pada hewan ternak (Pew Charitable Trusts, 2017).

Apakah Ada Alternatif yang Lebih Baik?

Ya, ada sistem peternakan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi, meskipun saat ini sistem tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari produksi global. Sistem ini berfokus pada penyediaan lingkungan yang memungkinkan ayam untuk mengekspresikan perilaku alaminya.

Alternatif ini termasuk sistem 'umbaran' (free-range), di mana ayam memiliki akses ke luar ruangan; sistem 'organik', yang memiliki standar ketat mengenai pakan, kepadatan, dan larangan penggunaan antibiotik rutin; serta sistem dalam ruangan yang diperkaya dengan kepadatan lebih rendah dan penyediaan tenggeran serta bal jerami.

ParameterSistem Intensif (Konvensional)Sistem Umbaran (Free-Range)Sistem Organik
Kepadatan Maksimum33-42 kg/m²25-30 kg/m²21 kg/m²
Akses Luar RuanganTidak AdaWajib (setelah usia tertentu)Wajib (setidaknya 1/3 hidupnya)
Usia Panen Rata-rata35-42 hari56-81 hariMinimal 70-81 hari
Penggunaan Antibiotik RutinDiizinkan (untuk pencegahan)Dibatasi/DilarangSangat Dilarang
Jenis AyamStrain tumbuh cepatStrain tumbuh lebih lambatStrain tumbuh lambat
Perbandingan Sistem Peternakan Ayam Pedaging. Sumber: Kompilasi dari standar industri dan sertifikasi pihak ketiga, 2024

Sistem dengan kesejahteraan yang lebih tinggi ini menghasilkan produk dengan harga yang lebih mahal karena tingkat efisiensi yang lebih rendah dan biaya produksi yang lebih tinggi. Pertumbuhan ayam yang lebih lambat, kebutuhan lahan yang lebih luas, dan pakan organik berkontribusi pada perbedaan harga ini. Namun, sistem-sistem ini secara dramatis meningkatkan kualitas hidup ayam dan mengurangi kebutuhan akan antibiotik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama umur alami ayam?+

Ayam dapat hidup selama 5 hingga 10 tahun secara alami. Sebaliknya, ayam pedaging dalam sistem industri dipelihara hanya selama 5 hingga 7 minggu sebelum disembelih. Kehidupan mereka yang sangat singkat adalah hasil dari pembiakan selektif untuk pertumbuhan yang ekstrem.

Apakah ayam broiler dikurung dalam sangkar?+

Sebagian besar ayam broiler tidak dipelihara dalam sangkar individu seperti ayam petelur. Sebaliknya, mereka dikurung dalam kelompok besar yang terdiri dari puluhan ribu ekor di lantai sebuah gudang besar. Meskipun tidak berada di dalam sangkar, kepadatan yang ekstrem tetap merupakan bentuk kurungan yang parah.

Apakah daging ayam broiler aman dikonsumsi?+

Meskipun daging ayam yang dijual secara komersial harus memenuhi standar keamanan pangan pemerintah, masih ada kekhawatiran. Isu-isu tersebut meliputi potensi residu antibiotik, kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter akibat kondisi pemrosesan, serta profil nutrisi yang mungkin lebih rendah dibandingkan ayam yang tumbuh lebih lambat.

Mengapa harga daging ayam broiler sangat murah?+

Harga yang rendah adalah hasil dari efisiensi yang ekstrem dari sistem industri. Biaya sebenarnya—seperti penderitaan hewan, dampak lingkungan dari produksi pakan dan limbah, serta risiko kesehatan masyarakat dari resistensi antibiotik—tidak tercermin dalam harga di toko. Biaya-biaya ini dieksternalisasi, atau ditanggung oleh masyarakat luas.

Enjoyed this? Save or share.

Peternakan Industri